MEDAN – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara tetap dalam kondisi aman. Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina menggandeng Polda Sumatera Utara melakukan pengawalan mobil tangki hingga ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan sinergi dengan kepolisian menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami mengapresiasi dukungan penuh Polda Sumatera Utara yang terus bersinergi bersama Pertamina Patra Niaga dalam menjaga kelancaran distribusi BBM. Pengamanan dan pengawalan yang diberikan membantu mempercepat proses penyaluran sehingga kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal," ujar Fahrougi dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: LAPK: Pertamina Harus Jujur Soal BBM Langka di Medan Menurutnya, pengawalan dilakukan terhadap armada mobil tangki yang mengangkut BBM menuju SPBU. Selain itu, pengamanan juga dilakukan di lokasi lembaga penyalur dengan koordinasi yang terus diperkuat bersama jajaran kepolisian di berbagai wilayah.
Pertamina menilai langkah tersebut efektif untuk memastikan distribusi BBM berlangsung aman, tertib, dan tepat waktu tanpa kendala di lapangan.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri menegaskan pihaknya berkomitmen mendukung kelancaran distribusi energi sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat.
"Polda Sumatera Utara berkomitmen mendukung kelancaran distribusi energi melalui pengamanan dan pengawalan agar penyaluran BBM berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kami akan terus bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga situasi tetap kondusif," katanya.
Selain pengamanan, Pertamina Patra Niaga juga mengoptimalkan berbagai aspek operasional guna mempercepat distribusi BBM. Upaya tersebut meliputi pengoperasian Integrated Terminal Medan Group selama 24 jam, penambahan armada mobil tangki melalui skema spot charter, penguatan personel Awak Mobil Tangki (AMT), serta optimalisasi suplai dari Fuel Terminal Kisaran, Fuel Terminal Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.
Pertamina menyebut berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil. Operasional Integrated Terminal Medan Group kini telah kembali normal, sementara distribusi BBM ke SPBU di Kota Medan dan sejumlah daerah lainnya terus berjalan lancar.
Perusahaan juga memastikan stok BBM di Sumatera Utara berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pemantauan terhadap stok maupun distribusi akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan di seluruh wilayah.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan Polda Sumut, pemerintah daerah, Hiswana Migas, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga stabilitas distribusi energi dan memperkuat ketahanan pasokan BBM di Sumatera Utara.* (in/dh)