JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan tekanan.
Indeks saham utama Indonesia tersebut bergerak melemah seiring terkoreksinya sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti AMMN, BREN, MORA, hingga TPIA.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka turun 0,25 persen atau berkurang 15,23 poin ke level 6.092,97 pada pukul 09.01 WIB.
Baca Juga: Cuma Rp2 Jutaan! Ini 7 HP dengan RAM 8 GB dan Memori 256 GB yang Layak Dibeli, Spek Gahar dan Baterai Jumbo Pada awal perdagangan, IHSG sempat berada di titik terendah 6.091,44 dan bergerak hingga menyentuh level tertinggi sementara di 6.119,64.
Sementara itu, aktivitas perdagangan menunjukkan sebanyak 204 saham menguat, sebanyak 174 saham mengalami penurunan, dan 260 saham bergerak stagnan.
Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.660,90 triliun.
Pelemahan IHSG pada awal perdagangan dipengaruhi oleh tekanan terhadap sejumlah saham unggulan.
Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) menjadi salah satu pemberat indeks setelah turun 2,04 persen ke level Rp3.840 per saham.
Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) terkoreksi 0,86 persen menjadi Rp3.460 per saham.
Saham PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MORA) juga melemah 0,78 persen ke posisi Rp6.400.
Tekanan juga terjadi pada saham sejumlah perusahaan besar lainnya.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 0,70 persen, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 0,62 persen, sementara PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) terkoreksi 0,52 persen.