JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk setiap Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun sarana usaha, melengkapi fasilitas operasional, hingga mendukung digitalisasi koperasi.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menjelaskan bahwa setiap desa akan memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar guna mempercepat operasional Kopdes Merah Putih.
"Untuk setiap desa dialokasikan Rp3 miliar," ujar Joao usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Bobby Siapkan Pusat Logistik di Nias, Distribusi Barang Tak Lagi Bergantung Cuaca Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan untuk pembangunan gerai koperasi beserta penyediaan berbagai sarana dan prasarana penunjang. Selain pembangunan fisik, dana juga dialokasikan untuk pengadaan kendaraan operasional seperti mobil pikap, truk, hingga kendaraan roda tiga guna mendukung distribusi logistik.
Tak hanya itu, setiap gerai Kopdes Merah Putih nantinya akan dilengkapi dengan sistem rak, perangkat point of sales (POS), sistem digitalisasi operasional, kamera pengawas (CCTV), serta pendingin ruangan (AC). Seluruh fasilitas tersebut disiapkan agar koperasi mampu memberikan pelayanan yang lebih modern dan efisien kepada masyarakat.
Joao menjelaskan, sumber pendanaan program ini berasal dari dana desa yang diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif. Sementara itu, Danantara berperan sebagai penyedia pembiayaan awal melalui skema pendanaan yang telah dirancang pemerintah.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah tidak perlu mengeluarkan seluruh anggaran sekaligus dalam satu tahun. Selanjutnya, pembayaran dilakukan secara bertahap melalui Kementerian Keuangan sehingga tetap menjaga stabilitas fiskal sekaligus mendukung likuiditas sektor perbankan.
Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada 21 Juli 2025 untuk memperkuat ekonomi desa. Berbeda dengan koperasi konvensional, Kopdes Merah Putih tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi juga mengelola distribusi logistik, apotek desa, klinik, gerai sembako, hingga fasilitas penyimpanan hasil pertanian melalui cold storage.
Pemerintah berharap kehadiran Kopdes Merah Putih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memperkuat rantai pasok kebutuhan pokok, membuka lapangan kerja, serta memperluas akses ekonomi bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM di berbagai daerah.* (k/dh)