MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak berebut bahan pokok dengan masyarakat, terutama telur, setelah harga komoditas tersebut mengalami kenaikan sejak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali aktif.
Menurut Bobby, telur menjadi salah satu menu yang paling banyak digunakan dalam penyediaan makanan di SPPG.
Karena itu, diperlukan langkah agar kebutuhan program pemerintah tetap terpenuhi tanpa mengganggu pasokan bagi masyarakat.
Baca Juga: Harga Pangan Nasional Melonjak Tajam! Bawang Merah Tembus Rp72 Ribu, Daging Sapi Rp200 Ribu "Telur itu salah satu menu favorit, yang banyak juga dibuat di SPPG, dari kemarin kami dengan BI (Bank Indonesia) contoh sudah mencoba membuat kerja sama antara SPPG dengan penghasil, bukan berebut dengan masyarakat yang ada di pasar," kata Bobby, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama antara SPPG dengan peternak maupun petani diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasaran.
Saat ini, program tersebut diakui masih berjalan di bawah 20 persen.
"Minimal 50 persen SPPG sudah bekerja sama, pasti tidak akan berebut dengan masyarakat," ujarnya.
Kenaikan harga telur mulai dirasakan pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan.
Di Pasar Tradisional Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang, harga telur ayam naik sekitar Rp50 hingga Rp100 per butir dalam sepekan terakhir.
Pedagang telur, Irma Nasution, mengatakan kenaikan mulai terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan.
"Iya sejak MBG aktif lagi, harga telur naik lagi. Per butir naiknya Rp 50-100 perak. Biasanya saat MBG libur kemarin, Rp 10 ribu dapat 5 butir. Sekarang cuman dapat 4 butir," ujarnya.
Saat ini harga telur ayam dijual mulai Rp1.600 hingga Rp2.000 per butir, tergantung ukuran.