JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan, indeks akhirnya menguat tipis berkat dorongan sektor energi dan sejumlah saham berbasis infrastruktur.
Berdasarkan data RTI, IHSG ditutup naik 1,679 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,521. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di kisaran 6.002,901 hingga 6.095,016 setelah dibuka di level 6.057,761.
Pergerakan IHSG sempat mengalami tekanan usai jeda perdagangan siang hingga masuk ke zona merah. Namun, menjelang penutupan, indeks berhasil berbalik menguat dan mengakhiri perdagangan di zona positif.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat di Tengah Ketidakpastian Global Aktivitas perdagangan saham juga terpantau cukup ramai. Volume transaksi mencapai 37,593 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,829 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 422 saham menguat, 206 saham melemah, sedangkan 165 saham lainnya bergerak stagnan.
Secara sektoral, 10 dari 11 indeks sektor di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat. Sektor energi menjadi penyumbang kenaikan terbesar dengan penguatan 1,51 persen, diikuti sektor barang konsumsi siklikal (cyclical) yang naik 1,43 persen, serta sektor infrastruktur yang menguat 1,25 persen.
Sementara itu, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang ditutup di zona merah dengan pelemahan 1,67 persen.
Pada daftar top gainers, saham XILV, PRDL, AGAR, SKBM, dan VERN mencatat kenaikan tertinggi sepanjang perdagangan. Sedangkan saham JELI, KONI, KIOS, BLTZ, dan HBAT masuk dalam daftar top losers.
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga mengakhiri perdagangan dengan penguatan. Indeks Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite China, hingga Straits Times Singapura sama-sama ditutup di zona hijau, mencerminkan sentimen positif yang turut menopang pergerakan pasar regional.* (mt/dh)