BATU BARA – Dimulainya tahun ajaran baru 2026 di seluruh Indonesia disambut gembira oleh para pelajar yang kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Namun, di balik semangat tersebut, banyak ibu rumah tangga justru mengaku kembali dihadapkan pada persoalan yang hampir setiap tahun dikeluhkan, yakni melonjaknya harga berbagai kebutuhan pokok.
Menurut pengakuan sejumlah warga, kenaikan harga pangan mulai terasa bersamaan dengan aktifnya kembali sekolah serta meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Tutup Turnamen Padel, Rico Waas Ajak Warga Medan Jadikan Olahraga Energi Baru Membangun Kota Selain itu, masyarakat juga mengaitkan meningkatnya permintaan bahan pangan dengan kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Meski demikian, penyebab pasti kenaikan harga memerlukan penjelasan dari instansi yang berwenang.
Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup tinggi adalah daging ayam ras.
Jika pada masa libur sekolah harga ayam masih berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp26.000 per kilogram, kini setelah aktivitas sekolah kembali berjalan, harga ayam di sejumlah pasar tradisional dilaporkan telah mencapai Rp30.000 per kilogram.
Tak hanya ayam, masyarakat juga mengeluhkan kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, tomat, bawang merah, bawang putih, telur, hingga beberapa kebutuhan pokok lainnya.
Kondisi tersebut membuat pengeluaran rumah tangga semakin membengkak, terlebih pada saat yang sama para orang tua juga harus menyiapkan biaya masuk sekolah, membeli seragam baru, buku, alat tulis, hingga kebutuhan transportasi anak.
"Baru saja selesai mengeluarkan biaya untuk perlengkapan sekolah anak, sekarang harga sembako juga naik. Sangat berat bagi kami sebagai ibu rumah tangga mengatur keuangan keluarga," ungkap salah seorang warga saat ditemui di pasar.
Keluhan serupa juga datang dari masyarakat lainnya yang berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk mengendalikan harga pangan.
Mereka menilai lonjakan harga yang hampir selalu terjadi saat aktivitas sekolah kembali dimulai perlu mendapat perhatian serius agar tidak terus berulang setiap tahunnya.