BINJAI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Binjai mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) Kota Binjai.
Wakil Bendahara DPD AMPI Kota Binjai, Hadyan Haqqul Yaqin Siregar, mendesak Pemerintah Kota Binjai segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Menurut Hadyan, pemerintah daerah tidak boleh membiarkan kondisi kelangkaan BBM berlarut karena dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor transportasi.
Baca Juga: Usai Dua Terdakwa Dapat Pemaafan Hakim dalam Kasus Pertalite Jeriken di Medan, Kuasa Hukum Minta SPBU dan Pengawas Ikut Diselidiki Ia meminta Pemko Binjai segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan BBM di sejumlah SPBU.
"Kami meminta Pemko Binjai segera menanyakan kepada pihak Pertamina, apa penyebabnya. Apakah kuotanya kurang, distribusinya tersendat, atau ada permainan di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan," tegas Hadyan, Minggu, 12 Juli 2026.
Selain meminta koordinasi dengan Pertamina, Hadyan juga mendorong Wali Kota Binjai bersama jajaran terkait turun langsung melakukan pengecekan ke lapangan.
Menurut dia, pemeriksaan langsung ke SPBU penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok, mengawasi distribusi BBM, serta mencegah kemungkinan adanya penyelewengan.
"Pemerintah harus hadir. Turun langsung ke SPBU, cek stok, cek antrian. Kalau perlu bentuk tim bersama Disperindag, Satpol PP, dan Polres untuk mengawasi distribusi," ujarnya.
Hadyan menilai kelangkaan BBM dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Pengemudi ojek online, sopir angkutan umum, hingga pelaku UMKM disebut menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya karena BBM merupakan kebutuhan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Ia juga mengingatkan bahwa gangguan distribusi BBM berpotensi memengaruhi harga barang apabila aktivitas pengiriman dan transportasi mengalami hambatan.
"Ini kebutuhan dasar masyarakat. Kami tunggu langkah cepat dari Pemko Binjai," pungkas Hadyan.