ASAHAN– Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina memastikan ketersediaan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Gudang Bulog Divre Asahan dalam kondisi aman hingga enam bulan ke depan. Kepastian itu diperoleh setelah melakukan peninjauan langsung bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Rabu (8/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Fadly didampingi Asisten Pemasaran Bulog Divre Asahan, Dadang, beserta jajaran untuk melihat langsung kondisi gudang penyimpanan beras Bulog.
Usai melakukan pengecekan, Fadly menyampaikan bahwa stok beras SPHP dinilai masih mencukupi sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan di pasaran.
Baca Juga: Bulog Sumut Terima Tambahan 18 Ribu Ton Beras, Stok Dipastikan Aman untuk SPHP dan Bantuan Pangan Menurutnya, Bulog memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras yang menjadi salah satu komoditas strategis dan berpengaruh terhadap laju inflasi maupun deflasi di daerah.
"Pemerintah bersama Bulog terus melakukan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan beras SPHP tetap berada pada kondisi yang aman," ujar Fadly.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tanjungbalai akan terus memperkuat sinergi dengan Bulog. Dalam waktu dekat, kedua pihak juga berencana menggelar kegiatan pasar murah atau Gerakan Pangan Murah guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Selain itu, Pemkot Tanjungbalai akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan Rumah Pangan Kita (RPK) guna memperluas jaringan distribusi beras Bulog di wilayah tersebut.
Sementara itu, Asisten Pemasaran Bulog Divre Asahan, Dadang, mengungkapkan stok beras yang tersedia di Gudang Bulog Asahan saat ini mencapai **3.084.500 kilogram**. Selain itu, tersedia pula stok Minyakita sebanyak 44.736 liter.
Ia menjelaskan, kapasitas gudang Bulog Asahan tergolong terbatas sehingga sebagian cadangan beras juga disimpan di Gudang Bulog Medan. Jika stok di Asahan mulai menipis, pasokan akan segera dikirim dari Medan untuk memastikan distribusi tetap berjalan lancar.
Dadang juga mengajak pelaku UMKM maupun pedagang di Kota Tanjungbalai untuk bergabung menjadi mitra Bulog melalui program Rumah Pangan Kita (RPK). Saat ini, dari 27 RPK yang pernah terdaftar, baru 14 yang kembali melakukan pendaftaran ulang sehingga diperlukan penambahan mitra guna memperkuat distribusi beras Bulog kepada masyarakat.* (dh)