JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan pasar spot, Kamis (9/7/2026). Rupiah tercatat menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini.
Rupiah dibuka di level Rp18.068 per dolar AS atau melemah sekitar 0,3 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp18.014 per dolar AS.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang pada perdagangan pagi terpantau bervariasi. Setelah rupiah, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar kedua setelah turun 0,19 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Kini Rp2,633 Juta per Gram Selanjutnya, baht Thailand melemah 0,16 persen, diikuti peso Filipina yang turun 0,12 persen dan won Korea Selatan yang terkoreksi 0,06 persen. Ringgit Malaysia juga bergerak di zona merah dengan pelemahan tipis terhadap dolar AS.
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,12 persen. Yen Jepang juga terapresiasi 0,09 persen, disusul dolar Singapura yang menguat 0,05 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak relatif stabil dengan pelemahan yang sangat tipis terhadap dolar AS.
Berbeda dengan pergerakan rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah sempat dibuka di zona merah pada awal perdagangan.
IHSG naik 29,39 poin atau sekitar 0,50 persen ke level 5.902,763. Sepanjang sesi perdagangan pagi, indeks bergerak di kisaran 5.839,669 hingga 5.903,480 setelah dibuka di level 5.865,768.
Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 293 saham menguat, 223 saham melemah, sedangkan 189 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Volume transaksi mencapai 4,044 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,813 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 513.205 kali transaksi.* (k/dh)