BATU BARA – Lonjakan harga semen di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga Kamis, 8 Juli 2026, harga Semen Tiga Roda di sejumlah toko bangunan dilaporkan telah mencapai Rp100.000 per sak, atau mengalami kenaikan dibanding beberapa waktu lalu.
Kenaikan harga tersebut semakin menambah beban masyarakat yang sedang membangun maupun merenovasi rumah. Tidak hanya warga, para tukang bangunan dan pelaku usaha konstruksi juga mengaku terdampak karena biaya pembangunan terus meningkat, sementara daya beli masyarakat justru menurun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai kalangan, lonjakan harga semen ini telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Selain harga yang terus merangkak naik, masyarakat juga mengeluhkan pasokan semen yang dinilai tidak lagi semudah sebelumnya untuk diperoleh.
Baca Juga: Universitas Paramadina Satukan Pakar Bahas Masa Depan Pembangunan Indonesia di Tengah Ancaman Krisis Iklim Sejumlah warga di Kecamatan Tanjung Tiram mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan agar harga material bangunan dapat kembali stabil.
"Sekarang mau bangun rumah jadi berpikir dua kali. Harga semen sudah sampai seratus ribu per sak, sementara kebutuhan membangun rumah tidak hanya satu atau dua sak. Kalau begini terus, pembangunan rumah kami terpaksa ditunda," keluh seorang warga Tanjung Tiram.
Keluhan serupa juga datang dari kalangan tukang bangunan. Mereka mengaku pekerjaan mulai berkurang karena banyak pemilik rumah memilih menunda pembangunan hingga harga material kembali normal.
"Kalau harga terus naik, yang susah bukan hanya pemilik rumah, tetapi kami para tukang juga ikut terdampak. Banyak pekerjaan yang akhirnya ditunda karena biaya membengkak," ungkap salah seorang pekerja bangunan.
Masyarakat menilai kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi semen untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan ataupun permainan harga yang dapat merugikan masyarakat.
Di media sosial, persoalan mahalnya harga semen juga mulai ramai diperbincangkan. Banyak warga mempertanyakan penyebab kenaikan harga yang terjadi dalam waktu relatif singkat. Bahkan muncul dugaan adanya gangguan distribusi maupun faktor lain yang menyebabkan pasokan di sejumlah daerah berkurang. Dugaan tersebut tentu masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak-pihak yang berwenang.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Batu Bara, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke distributor maupun agen penyalur semen. Transparansi mengenai kondisi stok dan rantai distribusi dinilai penting agar masyarakat tidak terus dihantui ketidakpastian.
Selain itu, aparat penegak hukum juga diharapkan melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi barang kebutuhan pembangunan tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari distributor maupun pihak berwenang mengenai penyebab pasti kenaikan harga Semen Tiga Roda yang kini telah menyentuh angka Rp100.000 per sak di Kabupaten Batu Bara.