JAKARTA– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak melemah pada perdagangan Rabu pagi (8/7/2026). Pelemahan IHSG mengikuti tekanan yang terjadi di sejumlah bursa saham kawasan Asia dan pasar global.
IHSG dibuka turun 2,32 poin atau 0,04 persen ke level 5.984,18. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga bergerak melemah 0,48 poin atau 0,08 persen ke posisi 594,44.
Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyebut investor tengah mencermati sejumlah sentimen yang dapat memengaruhi pergerakan pasar, termasuk masuknya Indonesia dalam daftar pantauan klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027.
Baca Juga: Update Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Rp61.900/Kg, Telur Ayam Rp29.050/Kg Kondisi tersebut dinilai dapat membuat investor asing lebih berhati-hati apabila tidak diikuti dengan peningkatan aksesibilitas pasar Indonesia.
"Dengan masuknya Indonesia ke dalam watchlist klasifikasi pasar S&P Dow Jones Indices 2027, investor akan mencermati perkembangan aksesibilitas pasar ke depan," ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya.
Dari sisi global, tekanan pasar dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari pelemahan bursa Wall Street Amerika Serikat, kenaikan harga minyak mentah, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Situasi geopolitik kembali menjadi perhatian setelah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent tercatat naik sekitar 3 persen menjadi 74,16 dolar AS per barel, sedangkan minyak WTI menguat hampir 3 persen ke level 70,44 dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak dan ketidakpastian global membuat pelaku pasar cenderung mengambil sikap hati-hati atau risk-off dalam melakukan investasi.
Meski demikian, kondisi fundamental ekonomi domestik masih menjadi faktor penahan tekanan terhadap IHSG. Salah satu sentimen positif datang dari sektor perbankan dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 11,51 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 13,47 persen yoy.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih berpeluang bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan berhati-hati hingga pasar mendapatkan arah yang lebih jelas.* (an/dh)