KISARAN – Kelangkaan semen dan besi mulai dirasakan di wilayah Kabupaten Asahan dan Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga bahan bangunan yang dinilai berpotensi menghambat berbagai proyek pembangunan maupun kebutuhan masyarakat.
Ketua Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa Ardin Grup, Suyono, mengatakan kelangkaan material konstruksi telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, tingginya permintaan diduga dipicu oleh banyaknya proyek yang berjalan secara bersamaan sehingga pasokan di daerah tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.
"Kelangkaan memang terjadi beberapa bulan terakhir. Kami menduga karena adanya proyek berskala nasional yang datang secara mendadak dan serentak di sejumlah daerah, sehingga pasokan yang tersedia tidak mampu memenuhi permintaan," ujar Suyono, Sabtu (4/7/2026).
Baca Juga: Bupati Asahan Hadiri Pembukaan PRSU ke-50, Siap Promosikan Potensi Unggulan Daerah dan Investasi Ia juga menduga pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) turut meningkatkan kebutuhan bahan bangunan karena pembangunan dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan di berbagai daerah.
Menurutnya, meningkatnya permintaan tanpa diikuti penambahan stok menyebabkan harga semen dan besi mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
"Permintaan meningkat, sementara stok tidak bertambah. Akibatnya terjadi kelangkaan dan harga naik. Itu memang hukum ekonomi," katanya.
Suyono menilai kondisi tersebut bukan dipengaruhi faktor global, melainkan persoalan distribusi dan pasokan dalam negeri. Sebab, semen maupun besi merupakan produk yang diproduksi di Indonesia.
Karena itu, ia meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjamin ketersediaan pasokan sekaligus mengawasi distribusi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan di tengah kelangkaan.
"Harus ada aturan agar pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi seperti ini tidak bisa memainkan harga di pasaran," ujarnya.
Ia mengingatkan, lonjakan harga bahan bangunan berpotensi berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan infrastruktur maupun fasilitas pelayanan publik.
Menurutnya, proyek pembangunan sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pembangunan jalan dapat mengalami perlambatan apabila harga material terus meningkat dan pasokan tetap terbatas.
Selain itu, pemerintah juga didorong menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) serta memperketat pengawasan distribusi semen dan besi agar harga di pasaran tetap terkendali.