MEDAN – Isu MinyaKita yang diduga berbau solar dan sempat menghebohkan masyarakat di sejumlah daerah di Pulau Jawa dipastikan belum ditemukan di Sumatera Utara. Perum Bulog Wilayah Sumut menegaskan seluruh produk MinyaKita yang beredar di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman.
Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan maupun menemukan adanya MinyaKita bermasalah di Sumut.
"Yang pasti di Sumut tidak ada, semuanya aman. Kami sudah mendistribusikan MinyaKita sejak Januari hingga saat ini hampir mencapai 20 juta liter dan tidak ada kendala," ujar Budi, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Menko Polkam Tinjau Gudang Bulog Medan, Stok Beras Sumut Dipastikan Aman hingga 7 Bulan Meski demikian, Bulog mengaku tetap meningkatkan pengawasan menyusul munculnya isu tersebut agar kualitas minyak goreng yang diterima masyarakat tetap terjamin.
"Adanya kasus ini menjadi pengingat agar pengawasan semakin diperketat. Semua pihak harus bersama-sama mengawasi," katanya.
Budi menjelaskan, saat ini terdapat 18 perusahaan produsen MinyaKita yang bekerja sama dengan Bulog, baik untuk penyaluran bantuan pangan maupun kebutuhan komersial.
Menurutnya, setiap perusahaan mitra wajib memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari standar higienitas hingga memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Kami selalu memastikan seluruh perusahaan yang bermitra memenuhi standar, baik dari sisi higienitas maupun legalitas seperti izin BPOM. Sertifikasi perusahaan juga terus kami pantau," jelasnya.
Bulog juga menegaskan tidak akan mentolerir apabila ditemukan adanya pelanggaran atau dugaan kecurangan dalam distribusi maupun produksi MinyaKita.
Apabila ditemukan indikasi produk bermasalah, Bulog akan segera melakukan pengujian laboratorium untuk mengetahui penyebabnya sebelum mengambil langkah hukum.
"Kalau memang ada kejadian, tentu akan kami cek, dilakukan uji laboratorium, kemudian ditelusuri penyebabnya. Jika terbukti ada pelanggaran, saya sendiri yang akan melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Ini menyangkut pangan masyarakat, jadi tidak boleh main-main," tegas Budi.
Bulog berharap masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum terverifikasi, sembari memastikan pengawasan terhadap distribusi MinyaKita terus diperketat demi menjaga kualitas produk yang beredar di pasaran.* (ds/dh)