JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax berpotensi mengalami penurunan seiring dengan melemahnya harga minyak dunia.
Purbaya mengatakan, penyesuaian harga Pertamax akan mengikuti pergerakan harga minyak global yang saat ini cenderung melandai setelah sebelumnya sempat melonjak akibat ketegangan geopolitik.
"Saya harapkan nanti setelah harga minyak dunia turun pelan-pelan, harga Pertamax juga akan turun mengikuti. Jadi tekanan inflasi akan berkurang," kata Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Kemenkeu Lakukan Penyegaran, Tiga Dirjen Baru Resmi Dilantik Purbaya Ia menjelaskan, harga minyak dunia sempat menembus lebih dari US$100 per barel, namun kini telah turun ke kisaran US$72 per barel untuk Brent dan sekitar US$68 per barel untuk WTI.
Menurutnya, penurunan harga energi tersebut menjadi faktor penting dalam meredakan tekanan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Purbaya juga menilai inflasi saat ini masih dalam kondisi terkendali, tercermin dari inflasi inti (core inflation) yang berada di level 2,76 persen.
"Core inflation masih relatif stabil. Kenaikan inflasi ini lebih karena harga yang fluktuatif seperti minyak dan pangan, bukan karena permintaan yang terlalu tinggi," ujarnya.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan, dengan inflasi tahunan mencapai 3,34 persen.* (d/dh)