JAKARTA – Pemerintah mengklaim stok beras nasional saat ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, khususnya komoditas beras.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada beras tanpa impor pada akhir 2025 dengan cadangan beras pemerintah yang terus meningkat.
"Di akhir 2025 Indonesia mencapai swasembada beras dan pangan sempurna, yaitu tidak ada impor dan stok tertinggi selama Republik ini berdiri," kata Amran, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: Prabowo Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Cikeas, Libatkan 9.000 Peserta Menurut Amran, capaian tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung beras dunia. Ia menilai kondisi stok beras saat ini belum pernah terjadi sejak Indonesia berdiri.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog kini tercatat mencapai lebih dari 5,17 juta ton dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain itu, berdasarkan proyeksi neraca pangan yang diolah Bapanas, produksi beras nasional selama periode Januari hingga Juni 2026 diperkirakan mencapai 19,2 juta ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan konsumsi beras nasional pada periode yang sama yang diperkirakan sekitar 15,48 juta ton.
Pemerintah juga terus melanjutkan program bantuan pangan beras kepada masyarakat. Penyaluran bantuan pangan yang diperpanjang hingga Juni 2026 telah terealisasi sebesar 97,97 persen dan menjangkau sekitar 32,57 juta keluarga penerima manfaat dengan total distribusi mencapai 651.400 ton beras.
Mulai Juli 2026, pemerintah kembali melanjutkan program bantuan pangan beras untuk alokasi tiga bulan dengan total penyaluran sekitar 997.300 ton. Dengan demikian, total Cadangan Beras Pemerintah yang disalurkan kepada masyarakat hingga akhir tahun diperkirakan mencapai sekitar 1,6 juta ton.
Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Hingga 29 Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai sekitar 393.400 ton.
Amran mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pangan nasional agar Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan mandiri di bidang pangan.
Menurutnya, sinergi seluruh elemen menjadi kunci agar Indonesia mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan cita-cita menjadi salah satu lumbung pangan dunia.* (k/dh)