JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons ramainya perbincangan di media sosial yang mengaitkan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan pidato Presiden Prabowo Subianto. OJK memilih tidak mengomentari narasi tersebut secara langsung, namun mengimbau investor agar tetap rasional dalam mengambil keputusan investasi.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pergerakan pasar saham dipengaruhi banyak faktor. Karena itu, investor diminta tidak mudah terpengaruh oleh sentimen yang tidak relevan.
"Saya kayaknya no comment, tapi intinya mohon investor tetap rasional ya," kata Hasan kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Baca Juga: IHSG Ambruk 3 Persen ke Level 5.643, 599 Saham Berguguran di Akhir Perdagangan Menurut Hasan, kondisi pasar modal memang tengah bergerak dinamis dan volatil. Koreksi harga saham maupun IHSG tidak serta-merta mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang memburuk.
Ia menjelaskan, setiap emiten memiliki aktivitas bisnis dan laporan keuangan yang dapat dijadikan acuan utama bagi investor dalam menilai prospek investasi.
"Di balik setiap kode saham ada kegiatan operasional perusahaan, ada keterbukaan informasi, dan laporan keuangan yang wajib dipublikasikan. Itu yang seharusnya menjadi dasar investor dalam menilai valuasi dan prospek perusahaan," ujarnya.
Hasan menegaskan, investor sebaiknya lebih mengutamakan analisis fundamental dibanding mengikuti narasi yang berkembang di media sosial.
Sebelumnya, media sosial diramaikan berbagai unggahan yang mengaitkan setiap pidato Presiden Prabowo Subianto dengan pelemahan IHSG. Bahkan, sejumlah akun membagikan jadwal pidato Presiden sepanjang Juli 2026 dan mengaitkannya dengan potensi volatilitas pasar saham.
Narasi tersebut kemudian memicu beragam respons dari warganet. Meski demikian, OJK menegaskan pelaku pasar tetap harus mengedepankan analisis yang objektif berdasarkan kondisi ekonomi dan kinerja emiten, bukan berdasarkan spekulasi yang belum tentu memiliki hubungan langsung dengan pergerakan pasar.* (d/dh)