JAKARTA– PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menetapkan jajaran direksi baru untuk masa bakti 2026-2030 melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (29/6/2026).
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Sebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama setelah pengunduran diri Iman Rachman pada Januari 2026.
Usai ditetapkan sebagai Direktur Utama, Jeffrey menyampaikan komitmennya membawa Bursa Efek Indonesia menjadi salah satu dari 10 bursa saham terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi pada 2030.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,72 Persen ke Level 5.896, Ini Top 10 Saham yang Paling Banyak Dijual Investor Asing "Kami ingin membawa Bursa Efek Indonesia masuk dalam 10 besar bursa dunia, baik dari sisi kapitalisasi pasar maupun nilai transaksi," ujar Jeffrey dalam konferensi pers usai RUPST.
Menurutnya, target tersebut akan diwujudkan melalui empat strategi utama, yakni meningkatkan aktivitas transaksi di pasar modal, mengembangkan bisnis non-transaksi, memperbanyak perusahaan tercatat yang berkualitas, serta memperluas inklusi investor di seluruh Indonesia.
Jeffrey menegaskan pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur perdagangan yang modern, sistem pengawasan yang kuat, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di industri pasar modal.
Selain menetapkan jajaran direksi baru, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lainnya, di antaranya pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi direksi dan pemberian uang jasa pengabdian bagi direksi yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Berikut susunan Direksi PT Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030:
- Direktur Utama: Jeffrey Hendrik- Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono- Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim- Direktur Pengembangan: Iding Pardi- Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum.
Dengan kepengurusan baru tersebut, BEI berharap mampu memperkuat daya saing pasar modal Indonesia sekaligus meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun global terhadap iklim investasi nasional.* (oz/dh)