JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Senin, 29 Juni 2026, dengan pergerakan di zona merah.
Pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps, seperti BBCA, BREN, dan BBRI menjadi salah satu faktor yang menekan laju indeks pada awal perdagangan.
Berdasarkan data IDX Mobile hingga pukul 09.02 WIB, IHSG turun 11,17 poin atau 0,19 persen ke posisi 5.884,96.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Lagi, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,64 Juta Pada awal sesi perdagangan, aktivitas transaksi tercatat mencapai 602,2 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp452 miliar.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 219 saham menguat, 240 saham melemah, sementara 500 saham masih bergerak stagnan atau belum mengalami perubahan harga.
Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar ikut mengalami tekanan.
Saham BBCA turun 1,62 persen menjadi Rp6.075 per saham.
Kemudian BREN melemah 1,19 persen ke Rp3.310, disusul BBRI yang turun 0,70 persen ke Rp2.850.
Selain itu, saham BMRI terkoreksi 0,25 persen ke Rp3.980, sedangkan ASII turun 0,63 persen menjadi Rp4.730 per saham.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai pergerakan IHSG pada pekan ini masih berada dalam tren penurunan jangka menengah meski sebelumnya sempat mengalami rebound dari level terendah 5.318 hingga 6.377.
Menurut Brigita, secara teknikal IHSG belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat karena belum mampu menembus area swing high sebelumnya.
Selain itu, posisi indeks masih berada di bawah garis rata-rata pergerakan MA5, MA10, dan MA20.