MALANG – Kementerian Koperasi (Kemenkop) menyebut Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dan berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Indonesia.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, perkembangan koperasi pesantren dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif, baik dari sisi jumlah koperasi, volume usaha, maupun jumlah anggota.
"Saya meyakini beberapa tahun ke depan nilai aset maupun volume usaha koperasi pesantren akan terus meningkat. Insyaallah koperasi pesantren akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru di Indonesia," ujar Ferry dalam Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Jelang Demo 1 Juli soal MBG dan Koperasi Merah Putih, Zulhas: Ayo Dialog, Tapi Jangan Diusir Ferry menyebut hingga akhir 2025 terdapat sekitar 763 Kopontren yang beroperasi di berbagai daerah dengan total volume usaha mencapai Rp3,5 triliun serta melibatkan sekitar 156 ribu anggota.
Bahkan, sejumlah koperasi pesantren disebut sudah memiliki aset yang menembus lebih dari Rp1 triliun.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan peran pesantren tidak lagi terbatas pada bidang pendidikan dan dakwah, tetapi juga mulai menguat di sektor ekonomi kerakyatan.
Dalam forum tersebut, Ferry juga mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah dan Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) untuk memperluas jejaring dan kapasitas koperasi pesantren.
"MPDI dapat menjadi wadah kolaborasi yang memperkuat pertukaran pengalaman, jejaring usaha, dan kerja sama antarkoperasi pesantren sehingga tumbuh semakin kuat," katanya.
Ia menambahkan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi salah satu kanal pemasaran bagi produk-produk koperasi pesantren dan UMKM lokal.
Pemerintah, kata dia, juga akan memperkuat akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.
"Prioritas utama kami adalah produk UMKM lokal, khususnya yang berasal dari lingkungan pesantren," ujar Ferry.
Ketua Umum MPDI Ayi Abdul Rosyid mengatakan koperasi sekunder MPDI dibentuk untuk menghubungkan potensi ekonomi pesantren di seluruh Indonesia.