BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem berencana menyurati Presiden Prabowo Subianto terkait pemanfaatan cadangan minyak dan gas (migas) di Blok Andaman untuk mendukung program hilirisasi industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.
Langkah tersebut menjadi salah satu keputusan penting dalam rapat yang membahas pengembangan migas Blok Andaman yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir Syamaun, di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (25/6/2026).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Aceh, akademisi, pakar migas, serta perwakilan lembaga terkait.
Baca Juga: Herry Dahana: Dukungan Kritis dan Pengawasan Publik Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045 Dalam pertemuan itu, peserta rapat menilai cadangan migas di Blok Andaman memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak hilirisasi industri dan pertumbuhan ekonomi Aceh.
Sekda Aceh M. Nasir Syamaun mengatakan hasil rapat menghasilkan dua keputusan utama.
Pertama, Pemerintah Aceh akan menyurati Presiden Prabowo agar pemanfaatan migas dari Blok Andaman diarahkan untuk mendukung pengembangan industri hilir di KEK Arun Lhokseumawe.
"Yaitu, pertama Gubernur menyurati Presiden Prabowo agar migas dari Blok Andaman menjadi daya dorong hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe, dan yang kedua mengundang Mubadala serta SKK Migas ke Aceh," kata Nasir.
Menurut peserta rapat, pengembangan hilirisasi di KEK Arun Lhokseumawe sejalan dengan program strategis nasional yang telah ditetapkan pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, menilai langkah Gubernur Aceh tersebut sangat tepat untuk memperkuat posisi Aceh dalam pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki.
"Itu langkah yang tepat, dan sangat bagus untuk Aceh," katanya.
Dalam pembahasan rapat terungkap bahwa gas dari Blok Andaman tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangkit listrik, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan industri petrokimia.
Selain menghasilkan gas, Blok Andaman juga memiliki kandungan kondensat yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti nafta, kerosin, hingga bahan bakar minyak.