BEIJING - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ekonomi dari Universitas Nankai, Tiongkok. Penghargaan tersebut diberikan usai kunjungan kerja dan kuliah umum yang disampaikan Purbaya mengenai kondisi ekonomi serta kebijakan fiskal Indonesia.
Gelar Profesor Kehormatan diberikan langsung oleh Presiden Universitas Nankai, Prof. Chen Yulu. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi Purbaya dalam pengelolaan keuangan publik, pembangunan ekonomi, serta penguatan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara.
Dalam keterangannya, Chen Yulu menyebut keputusan tersebut diambil sebagai pengakuan terhadap kepemimpinan dan kontribusi Purbaya di bidang keuangan publik internasional.
Baca Juga: Menkeu Angkat Bicara soal Kasus Motor Listrik MBG yang Diusut Kejagung "Keputusan ini merupakan pengakuan atas kepemimpinan yang luar biasa, kontribusi yang menonjol dalam bidang keuangan publik internasional, serta komitmen terhadap pembangunan ekonomi dan stabilitas sektor keuangan di kawasan Asia Tenggara," ujar Chen Yulu.
Purbaya mengatakan penghargaan yang diterimanya bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan juga cerminan semakin eratnya hubungan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya di sektor ekonomi, keuangan, dan pendidikan.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia akademik dan pembuat kebijakan menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global yang terus berkembang.
"Penghargaan ini saya dedikasikan untuk seluruh rakyat Indonesia dan para pengelola keuangan negara yang terus bekerja menjaga stabilitas ekonomi nasional," kata Purbaya.
Selain menerima gelar kehormatan, kunjungan kerja Purbaya ke China juga menghasilkan sejumlah capaian strategis bagi Indonesia. Salah satunya adalah komitmen pendanaan senilai 17 miliar dolar AS atau sekitar Rp301 triliun dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung berbagai proyek pembangunan nasional selama periode 2025 hingga 2029. Komitmen itu diperoleh dalam pertemuan bilateral antara pemerintah Indonesia dan pimpinan AIIB di Beijing.
Purbaya menyebut dukungan pembiayaan tersebut akan memperkuat kapasitas pembangunan nasional dan mempercepat pelaksanaan berbagai proyek strategis pemerintah.
"Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar 17 miliar dolar AS untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara 2025-2029," ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
Tak hanya itu, Indonesia juga memperoleh dukungan dari Bank Sentral China atau People's Bank of China (PBOC) terkait rencana penerbitan perdana Panda Bond Indonesia di pasar keuangan Tiongkok.