JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (22/6/2026). Mata uang Negeri Paman Sam tercatat berada di level Rp17.813 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.30 WIB, dolar AS menguat sebesar 9 poin atau sekitar 0,05 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan dolar AS ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan kondisi geopolitik internasional.
Baca Juga: Emas Antam Belum Bergerak, Harga 1 Gram Tetap Rp2,668 Juta di Awal Pekan Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang utama Asia. Nilai tukar dolar AS terhadap yen Jepang naik sekitar 0,26 persen, sementara terhadap won Korea Selatan mengalami penguatan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang global lainnya cenderung stagnan. Mata uang AS tercatat relatif tidak mengalami perubahan signifikan terhadap dolar Kanada, franc Swiss, maupun dolar Hong Kong.
Pelaku pasar saat ini masih menantikan sejumlah data ekonomi global yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang dunia, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve.
Analis menilai pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan ekonomi global, arus modal asing, serta prospek kebijakan moneter negara-negara maju.
Dengan posisi dolar AS yang kembali menguat, pelaku usaha dan investor diharapkan tetap mencermati volatilitas pasar guna mengantisipasi perubahan nilai tukar yang dapat berdampak pada aktivitas ekonomi dan investasi.*
(d/dh)