JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (19/6/2026). IHSG naik 4,80 poin atau 0,08 persen ke level 6.177 meski pasar masih mencermati pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 353 saham ditutup menguat, 358 saham melemah, dan 248 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,8 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 30,15 miliar saham.
Meski IHSG berakhir di zona hijau, sejumlah indeks utama justru mengalami pelemahan. Indeks LQ45 turun 1,22 persen ke level 609, indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah 1,92 persen ke level 368, indeks IDX30 turun 1,21 persen ke posisi 344, dan indeks MNC36 terkoreksi 0,94 persen ke level 270.
Baca Juga: Rupiah Masih Loyo, Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS Secara sektoral, tekanan masih terlihat pada saham-saham energi, keuangan, properti, bahan baku, industri, dan teknologi yang ditutup di zona merah. Sementara sektor konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, transportasi, dan kesehatan menjadi penopang penguatan pasar.
Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, saham PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) memimpin dengan penguatan 34,29 persen ke level Rp94 per saham. Disusul saham PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) yang melonjak 25 persen ke Rp145 dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) yang juga naik 25 persen ke level Rp545.
Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan terdalam atau top losers dipimpin oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang anjlok 14,97 persen ke Rp16.325 per saham. Kemudian PT Bank Permata Tbk (BNLI) turun 14,83 persen ke Rp2.700 dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 11,31 persen ke level Rp392.
Pelaku pasar saat ini masih mencermati dampak laporan MSCI Global Market Accessibility Review 2026 yang menyoroti sejumlah aspek transparansi pasar modal Indonesia. Meski demikian, Indonesia tetap mempertahankan status sebagai negara berkembang atau Emerging Market dalam indeks MSCI.
Penguatan tipis IHSG pada perdagangan akhir pekan menunjukkan pasar masih mampu menjaga optimisme di tengah berbagai sentimen global maupun domestik yang berkembang.*
(oz/dh)