MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, H.E. Pekka Kaihilahti, di Balai Kota Medan, Kamis (18/6/2026). Pertemuan ini membahas peluang kerja sama investasi di bidang teknologi, infrastruktur, dan pengelolaan lingkungan.
Salah satu fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun. Pemerintah Kota Medan menilai proyek ini penting untuk mengatasi volume sampah yang terus meningkat.
Rico Waas menyebutkan, Kota Medan saat ini menghasilkan sekitar 1.500 ton sampah per hari. Jika tidak segera ditangani, kapasitas TPA Terjun diperkirakan akan penuh dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: BI Rate Naik Lagi! Ini Alasan Bank Indonesia Kerek Bunga ke 5,75 Persen "Kalau tidak ada solusi, pada 2029 TPA Terjun bisa overload. Karena itu, proyek pengolahan sampah menjadi energi harus segera dijalankan," kata Rico Waas.
Proyek PSEL tersebut dirancang mampu mengolah hingga 2.000 ton sampah per hari dan menghasilkan energi listrik yang akan disalurkan ke jaringan PLN.
Selain isu lingkungan, Pemko Medan juga memaparkan berbagai program prioritas lain seperti pengembangan Sekolah Rakyat untuk anak kurang mampu serta program makan bergizi gratis yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan potensi ekonomi Kota Medan, mulai dari sektor logistik, pelabuhan Belawan, hingga Kawasan Industri Medan (KIM). Medan disebut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terbesar di Sumatera dengan pertumbuhan mencapai 6,5 persen.
Sementara itu, Dubes Finlandia H.E. Pekka Kaihilahti menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Ia menegaskan Finlandia memiliki pengalaman dalam teknologi energi, digitalisasi, hingga sistem data dan kecerdasan buatan.
"Kami melihat peluang kerja sama jangka panjang, termasuk dengan pemerintah daerah seperti Kota Medan," ujar Pekka.*
(dh)