SUMATERA UTARA – Kenaikan harga semen yang disertai kelangkaan stok di sejumlah wilayah Sumatera Utara mulai memicu keresahan masyarakat. Kondisi ini dirasakan khususnya oleh warga Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Langkat yang mengaku kesulitan mendapatkan semen untuk kebutuhan pembangunan maupun renovasi rumah, Rabu 17/6/2026.
Dalam beberapa pekan terakhir, harga semen di tingkat pengecer dilaporkan mengalami lonjakan cukup signifikan. Bahkan, di sejumlah toko bangunan, stok semen disebut mulai menipis hingga sulit ditemukan.
Seorang warga Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, yang enggan disebutkan namanya, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Menurutnya, harga semen saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Baca Juga: Resmikan Sekretariat Baru, Hanura Langkat Mulai Memanaskan Mesin Politik 2029 "Semen Merah Putih yang biasanya dijual sekitar Rp47 ribu sampai Rp50 ribu per sak, sekarang sudah mencapai Rp55 ribu hingga Rp60 ribu per sak. Begitu juga semen Tiga Roda yang sebelumnya berkisar Rp60 ribu, kini sudah menyentuh Rp66 ribu per sak," ungkapnya.
Kenaikan harga tersebut dinilai sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang membangun atau merenovasi rumah. Tidak sedikit warga yang terpaksa mengurangi volume pekerjaan bahkan menunda pembangunan karena biaya material yang terus meningkat.
Fenomena ini ternyata tidak hanya terjadi di Kabupaten Batu Bara. Sejumlah warga di Kabupaten Langkat juga mengeluhkan kondisi serupa. Selain harga yang terus naik, pasokan semen di beberapa toko bangunan disebut semakin terbatas.
Situasi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan penyebab kelangkaan dan kenaikan harga yang terjadi hampir bersamaan di berbagai daerah. Masyarakat berharap ada penjelasan yang transparan dari pihak distributor maupun produsen terkait kondisi pasokan semen saat ini.
"Kalau memang karena distribusi terganggu atau produksi berkurang, masyarakat harus diberi penjelasan. Jangan sampai muncul dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat," kata seorang warga lainnya.
Masyarakat juga meminta pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi dan penjualan semen di pasaran. Langkah tersebut dianggap penting untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat merugikan konsumen.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan masyarakat, stabilitas harga dan ketersediaan bahan bangunan menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan agar harga semen kembali normal dan pasokan di pasaran kembali lancar.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak distributor maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti kenaikan harga dan kelangkaan semen yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara.*
(dh)