JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) membahas penguatan kesehatan finansial pekerja dalam pertemuan dengan Ratu Belanda Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag, Jumat (12/6/2026).
Ratu Máxima juga menjabat sebagai United Nations Secretary-General's Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian APINDO Business Mission to Europe 2026 yang berlangsung pada 11–19 Juni 2026.
Baca Juga: Istana Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Kepercayaan Publik di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa Dalam pertemuan itu, APINDO dan Ratu Máxima membahas pentingnya peningkatan kesehatan finansial pekerja melalui keterlibatan dunia usaha.
Isu tersebut merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya saat kunjungan Ratu Máxima ke Indonesia pada 2025 yang turut melibatkan APINDO dalam forum terkait literasi dan kesehatan keuangan pekerja.
Sebagai tindak lanjut, APINDO tengah menjajaki pembentukan koalisi pemberi kerja yang berfungsi sebagai wadah berbagi pengetahuan dan praktik baik dalam meningkatkan kesejahteraan finansial pekerja di berbagai sektor usaha.
Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani, menyerahkan concept paper APINDO Financial Health Coalition kepada Ratu Máxima dalam kesempatan tersebut.
Menurut Shinta, inisiatif tersebut merupakan program kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan finansial pekerja sekaligus mendukung produktivitas dunia usaha.
"Program ini bertujuan memperkuat kesehatan finansial pekerja, meningkatkan ketahanan UMKM, sekaligus mendukung produktivitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta berkelanjutan," kata Shinta dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2026).
Salah satu usulan yang diajukan adalah pembentukan Workplace Financial Health Academy, yaitu program pelatihan bagi pelatih (train the trainers) yang akan diterapkan di lingkungan kerja.
Melalui program ini, perusahaan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada pekerja mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan kredit secara bijak, pentingnya dana darurat, perencanaan pensiun, literasi keuangan digital, hingga pengelolaan tekanan psikologis akibat masalah finansial.
Selain itu, APINDO juga menyatakan dukungan terhadap implementasi WE Finance Code Indonesia yang didukung oleh Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IsDB).