JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat signifikan pada penutupan perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Penguatan mata uang Garuda didorong oleh membaiknya sentimen global setelah muncul kabar kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup di level Rp17.708,5 per dolar AS atau menguat 151,5 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.860 per dolar AS. Sementara itu, data Yahoo Finance mencatat rupiah berada di level Rp17.695 per dolar AS atau naik 221 poin dari perdagangan sebelumnya.
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh perkembangan positif terkait hubungan Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara disebut telah mencapai kesepakatan awal yang membuka peluang berakhirnya konflik sekaligus normalisasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.774 per Dolar AS, Ini Penyebabnya Menurut Ibrahim, pasar merespons positif rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur penting distribusi minyak dan gas dunia. Kembalinya aktivitas perdagangan energi global diperkirakan mampu menekan harga minyak mentah dan mengurangi ketidakpastian ekonomi internasional.
Selain faktor global, pasar juga mencermati berbagai kebijakan ekonomi dalam negeri, termasuk langkah Bank Indonesia yang sebelumnya menaikkan suku bunga acuan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi keluarnya arus modal asing.
Ibrahim menilai penurunan harga minyak dunia berpotensi memberikan dampak positif bagi Indonesia karena dapat mengurangi tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya pada sektor energi.
Di sisi lain, investor juga menunggu keputusan sejumlah bank sentral dunia terkait kebijakan suku bunga, termasuk Federal Reserve Amerika Serikat. Kebijakan tersebut diperkirakan masih akan menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.
Untuk perdagangan berikutnya, Ibrahim memperkirakan rupiah masih berpeluang melanjutkan tren penguatan meski bergerak fluktuatif. Ia memproyeksikan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp17.650 hingga Rp17.700 per dolar AS.
Penguatan rupiah pada awal pekan ini menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan nasional setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan akibat ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.*
(mt/dh)