JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak menguat dan menembus level psikologis 6.000 pada perdagangan terbaru. Penguatan ini disebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan apresiasi atas kondisi tersebut. Ia menilai penguatan IHSG menjadi sinyal positif terhadap ketahanan ekonomi nasional, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia," ujar Dony dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 5.987, Bursa Saham Menghijau di Awal Perdagangan Penguatan IHSG juga disebut terjadi seiring dengan membaiknya nilai tukar rupiah yang kembali bergerak ke kisaran Rp17.900 per dolar Amerika Serikat.
Sejumlah saham BUMN tercatat menjadi penopang utama kenaikan indeks, terutama dari sektor perbankan pelat merah, telekomunikasi, hingga pertambangan. Saham-saham tersebut dilaporkan mengalami akumulasi beli baik dari investor domestik maupun asing.
Dony menilai kinerja positif ini merupakan hasil dari transformasi berkelanjutan di tubuh BUMN yang membuat fundamental bisnis semakin kuat dan kompetitif di pasar.
"Dominasi saham BUMN dalam mendorong IHSG adalah refleksi dari kualitas fundamental yang sehat," katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga optimisme terhadap kondisi pasar, karena stabilitas ekonomi dinilai akan berdampak langsung pada sektor riil, termasuk penciptaan lapangan kerja dan pengendalian harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, penguatan pasar modal ini disebut turut didukung kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang sebelumnya menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada awal Juni 2026. Kebijakan tersebut dinilai membantu memperkuat sentimen positif di pasar keuangan.
Pemerintah bersama otoritas terkait juga disebut akan terus menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat daya tarik investasi di tengah dinamika global.*
(mt/dh)