JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Mata uang Paman Sam tersebut bergerak mendekati level psikologis Rp 18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.11 WIB, dolar AS berada di level Rp 17.959 atau menguat 15,5 poin (0,09%) dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan dolar AS ini terjadi di tengah pergerakan yang cenderung bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Terhadap dolar Australia, dolar AS tercatat melemah 0,08 persen, sementara terhadap euro juga turun 0,14 persen.
Baca Juga: Harga Emas Antam Kembali Melemah, Buyback Turun Tajam hingga Rp 92 Ribu per Gram Adapun terhadap dolar Singapura, mata uang AS melemah tipis 0,02 persen. Namun di sisi lain, dolar AS masih mencatat penguatan terhadap yuan China sebesar 0,03 persen.
Pergerakan serupa juga terlihat terhadap yen Jepang yang melemah 0,04 persen, serta baht Thailand yang turun 0,19 persen. Sementara itu, dolar AS masih menguat tipis terhadap ringgit Malaysia sebesar 0,03 persen.
Tekanan terhadap rupiah yang membuat dolar AS mendekati level Rp 18.000 ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah dinamika global yang masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan sentimen ekonomi internasional.
Sejumlah analis menilai, pergerakan rupiah ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan suku bunga global serta arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik.*
(d/dh)