JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan kembali menguat ke level 5.800-an pada awal perdagangan Rabu (10/6/2026), setelah sempat dibuka melemah pada sesi pagi.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat turun hingga menyentuh level 5.744,09. Namun tak lama kemudian indeks berbalik arah dan menguat 55,57 poin atau 0,97 persen ke posisi 5.802,22 pada pukul 09.05 WIB.
Pergerakan positif tersebut menunjukkan optimisme pelaku pasar yang kembali masuk ke pasar saham setelah tekanan yang terjadi di awal perdagangan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp20.000, Kini Rp2,713 Juta per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak dalam rentang 5.677,96 hingga 5.803,76. Sementara nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,43 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,13 miliar lembar saham yang ditransaksikan dalam 226.049 kali perdagangan.
Secara keseluruhan, sebanyak 365 saham mengalami penguatan, 163 saham melemah, dan 169 saham bergerak stagnan.
Saham-saham sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama penguatan indeks. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat naik 1,46 persen ke level Rp5.225 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga menguat 1,53 persen ke posisi Rp3.320 per saham.
Di sisi lain, beberapa saham bank berkapitalisasi besar masih mengalami tekanan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 0,49 persen ke level Rp4.070 per saham, sementara PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 1,79 persen ke posisi Rp2.740 per saham.
Meski berhasil menguat pada perdagangan pagi ini, kinerja IHSG dalam beberapa bulan terakhir masih berada dalam tekanan. Secara bulanan indeks tercatat melemah 18,24 persen. Sementara dalam periode tiga bulan terakhir IHSG turun 30,94 persen dan secara enam bulanan terkoreksi 30,74 persen.
Pelaku pasar kini menantikan sentimen lanjutan dari dalam dan luar negeri yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar saham nasional dalam beberapa waktu ke depan.*
(d/dh)