JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan jajaran direktur utama bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta perwakilan Danantara untuk membahas strategi penguatan saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tengah dinamika pasar global.
Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026), turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan sejumlah petinggi lembaga keuangan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Dasco menyoroti kondisi sejumlah saham BUMN yang dinilai masih memiliki fundamental kuat, namun terdampak sentimen pasar global yang memengaruhi pergerakan harga di bursa.
Baca Juga: Istana Respons Ultimatum BEM SI 18 Hari, Pemerintah Klaim Terus Bekerja Benahi Ekonomi "Banyak saham-saham BUMN yang sebenarnya memiliki kinerja dan fundamental yang baik. Namun situasi pasar global saat ini memberikan dampak terhadap pergerakan harga saham tersebut," ujar Dasco.
Menurutnya, momentum saat ini perlu dimanfaatkan untuk membahas langkah strategis, termasuk kemungkinan pelaksanaan buyback atau pembelian kembali saham BUMN yang beredar di pasar.
Dasco menilai buyback dapat menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas harga saham sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan pelat merah.
"Sudah saatnya kita berdiskusi mengenai peluang melakukan buyback saham-saham BUMN pada momentum yang tepat," katanya.
Sejumlah pimpinan lembaga keuangan negara yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, Direktur Utama Bank Mandiri Riduan, Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama Bank INA Oki Ramadhana, Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto, serta jajaran BPJS dan Danantara.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya koordinasi antara pemerintah, DPR, dan sektor perbankan negara dalam menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelaku pasar menilai langkah buyback saham kerap menjadi sinyal positif karena menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan dalam jangka panjang. Selain itu, kebijakan tersebut juga berpotensi meningkatkan nilai pemegang saham dan memperkuat sentimen pasar.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi terkait pelaksanaan buyback saham BUMN. Namun hasil pertemuan tersebut diperkirakan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan lanjutan yang melibatkan pemerintah dan perusahaan-perusahaan pelat merah.*
(in/dh)