JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) tercatat melemah terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (9/6/2026). Mata uang Garuda menguat seiring pergerakan dolar AS yang mengalami tekanan terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Berdasarkan data perdagangan pada pukul 09.10 WIB, dolar AS berada di level Rp18.160 per dolar AS atau turun 27 poin setara 0,15 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Pelemahan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang Negeri Paman Sam juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang global lainnya.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp10.000, Kini Dibanderol Rp2,73 Juta per Gram Dolar AS tercatat turun 0,18 persen terhadap dolar Australia. Sementara terhadap euro, dolar AS melemah 0,05 persen.
Pergerakan serupa juga terlihat terhadap mata uang Asia. Dolar AS turun 0,11 persen terhadap dolar Singapura dan melemah 0,07 persen terhadap yuan China.
Di kawasan ASEAN, dolar AS tercatat turun 0,31 persen terhadap ringgit Malaysia dan melemah 0,10 persen terhadap baht Thailand.
Meski demikian, dolar AS masih menunjukkan penguatan tipis sebesar 0,02 persen terhadap yen Jepang.
Pergerakan nilai tukar pada perdagangan hari ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta perkembangan sentimen pasar keuangan internasional yang masih memengaruhi pergerakan mata uang dunia.
Pelaku pasar juga terus mencermati perkembangan ekonomi Amerika Serikat dan kondisi domestik Indonesia yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.*
(d/dh)