JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (9/6/2026) dengan tren positif. Bursa saham Indonesia dibuka menguat dan terus melanjutkan kenaikan pada menit-menit awal perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sempat dibuka naik tipis 0,05 persen ke level 5.344. Namun, penguatan berlanjut hingga mencapai 1,51 persen dan membawa indeks ke posisi 5.422.
Sentimen positif terlihat dari dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 307 saham mengalami kenaikan harga, sementara 180 saham melemah dan 472 saham lainnya bergerak stagnan.
Baca Juga: IHSG Ambruk Hampir 4 Persen di Awal Perdagangan, Ratusan Saham Tersungkur ke Zona Merah Aktivitas transaksi di awal perdagangan juga cukup tinggi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,1 triliun dengan volume perdagangan sekitar 1 miliar lembar saham yang berpindah tangan.
Tidak hanya IHSG, sejumlah indeks utama di Bursa Efek Indonesia juga menunjukkan penguatan signifikan. Indeks LQ45 naik 2,08 persen ke level 538, sementara Jakarta Islamic Index (JII) menguat 2,77 persen ke level 328.
Selain itu, indeks MNC36 tercatat naik 2,01 persen ke level 236 dan IDX30 menguat 2,12 persen ke posisi 304.
Kinerja positif juga terjadi pada seluruh sektor perdagangan yang berada di zona hijau. Sektor energi, properti, industri, infrastruktur, teknologi, keuangan, transportasi, bahan baku, kesehatan, hingga sektor konsumer mencatatkan penguatan pada awal sesi perdagangan.
Di jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, PT Multitrend Indo Tbk (BABY) memimpin penguatan, disusul PT Newport Marine Services Tbk (BOAT) dan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC).
Sementara itu, saham yang mengalami pelemahan terbesar atau top losers ditempati oleh PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), dan PT Citra Tubindo Tbk (CTBN).
Penguatan IHSG pada awal perdagangan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia di tengah perhatian investor terhadap perkembangan ekonomi domestik maupun sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan.*
(oz/dh)