JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (8/6/2026). Tekanan jual yang tinggi membuat indeks langsung terkoreksi 1,94 persen ke level 5.586 saat pembukaan pasar.
Pelemahan berlanjut pada menit-menit awal perdagangan. IHSG bahkan sempat turun hingga 3,94 persen ke level 5.374. Kondisi tersebut mencerminkan dominasi aksi jual yang terjadi hampir di seluruh sektor perdagangan saham.
Data perdagangan menunjukkan sebanyak 71 saham menguat, sementara 515 saham melemah dan 373 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai transaksi pada awal sesi mencapai Rp1,1 triliun dengan volume perdagangan sekitar 1,3 miliar lembar saham.
Baca Juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2,743 Juta per Gram, Buyback Ikut Naik di Awal Pekan Tekanan juga terjadi pada sejumlah indeks utama. Indeks LQ45 tercatat turun 4,17 persen ke level 534. Sementara itu, Jakarta Islamic Index (JII) melemah 5,43 persen ke level 320, indeks MNC36 turun 4,10 persen menjadi 235, dan IDX30 terkoreksi 3,99 persen ke posisi 303.
Seluruh indeks sektoral tercatat bergerak di zona merah. Pelemahan terjadi pada sektor energi, properti, industri, konsumer siklikal, infrastruktur, teknologi, konsumer non-siklikal, keuangan, transportasi, bahan baku hingga sektor kesehatan.
Meski mayoritas saham mengalami tekanan, sejumlah emiten masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Sekar Bumi Tbk (SKBM), PT SLJ Global Tbk (SULI), dan PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) menjadi penghuni daftar top gainers pada perdagangan pagi.
Sebaliknya, saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA), dan PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) tercatat sebagai saham dengan pelemahan terbesar atau top losers.
Pelaku pasar kini mencermati berbagai sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan IHSG sepanjang perdagangan hari ini.*
(oz/dh)