JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp88,15 triliun per 31 Mei 2026. Angka tersebut menjadi salah satu pos belanja terbesar dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan.
Purbaya menyebut, besarnya anggaran tersebut sejalan dengan jumlah penerima manfaat program MBG yang mencapai 63,13 juta orang yang tersebar di 29.670 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Untuk 63,13 juta penerima di 29.670 SPPG," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: BGN Moratorium Dapur MBG, Komisi IX DPR Sebut Momen Evaluasi Total Program Jika dibandingkan dengan pos anggaran lain, realisasi MBG tercatat lebih tinggi dari belanja modal yang berada di angka Rp81,6 triliun, serta belanja bantuan sosial (bansos) yang mencapai Rp71,7 triliun.
Selain itu, angka tersebut juga melampaui anggaran ketahanan pangan nasional yang tercatat sebesar Rp66,6 triliun hingga akhir Mei 2026. Dana ketahanan pangan sendiri digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, termasuk subsidi pupuk dan dukungan kepada Perum Bulog dalam penyerapan gabah serta beras petani.
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran. BGN juga menegaskan pentingnya peningkatan standar operasional, penguatan SDM, serta pengawasan di lapangan.
"Kami ingin memastikan setiap dapur menghasilkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi," ujar Kepala BGN Nanik S. Deyang.*
(oz/dh)