BOGOR – Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang kuat meski menghadapi berbagai tekanan global, mulai dari konflik geopolitik hingga perang dagang yang masih membayangi prospek ekonomi dunia.
Pernyataan tersebut disampaikan Juda saat menjadi pembicara dalam Ministerial & Top Executive Lecture Series yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University di Bogor, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurut Juda, meningkatnya ketidakpastian global memang memberikan tekanan terhadap perekonomian berbagai negara.
Baca Juga: Menkop Ferry Sebut Koperasi Desa Merah Putih Bisa Jadi Pusat Ekonomi Baru di Daerah Namun, Indonesia dinilai masih memiliki fondasi ekonomi yang kokoh yang tercermin dari inflasi yang terkendali, pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, serta kondisi fiskal yang terjaga.
"Dinamika geopolitik global, perang dagang, dan konflik internasional menciptakan ketidakpastian yang berdampak pada perekonomian dunia. Namun Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat," kata Juda.
Ia menjelaskan pemerintah terus mengoptimalkan kebijakan fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Strategi tersebut dilakukan melalui penguatan penerimaan negara, pengendalian belanja pemerintah, serta diversifikasi sumber pembiayaan.
Menurut Juda, peningkatan penerimaan negara diperlukan untuk memperluas ruang fiskal pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
Sementara itu, pengendalian belanja negara dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
Adapun diversifikasi pembiayaan menjadi langkah penting untuk menjaga fleksibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global yang masih berlangsung.
"Strategi ini diperlukan untuk menjaga disiplin fiskal sekaligus memastikan stabilitas makroekonomi tetap terpelihara," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Juda juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.