JAKARTA – Pemerintah menyiapkan program penguatan ekonomi bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Program ini menjadi bagian dari Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) Pascabencana Sumatera dengan target dukungan hingga 200 ribu UMKM.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan pengembangan usaha mikro menjadi fokus utama dalam pemulihan pascabencana.
Baca Juga: Pemko Medan Tanggung Biaya Perawatan Korban Begal, Keluarga Apresiasi Respons Cepat Total anggaran yang disiapkan dalam program tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar hingga Rp1 triliun.
"Kurang lebih pengembangan usaha mikro sekitar Rp900 miliar sampai Rp1 triliun masuk dalam renduk," kata Maman dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera bersama Satgas Pemulihan Pascabencana (Galapana) DPR RI di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Maman, bantuan akan difokuskan pada penguatan modal usaha bagi pelaku UMKM yang belum terjangkau akses perbankan.
Banyak pelaku usaha mikro, kata dia, mengalami kesulitan untuk kembali beroperasi setelah bencana merusak aset dan menghentikan aktivitas ekonomi.
"Bantuan ini untuk pengembangan usaha mikro bagi mereka yang belum terakses perbankan. Targetnya sekitar 200 ribu pengusaha mikro selama dua tahun," ujarnya.
Dari tiga wilayah terdampak, Aceh disebut menjadi daerah dengan jumlah penerima terbesar karena dampak bencana yang relatif lebih luas dibanding provinsi lainnya pada akhir 2025.
Pemerintah menargetkan program ini tidak hanya memulihkan kondisi fisik pascabencana, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan.
Program Renduk ini menjadi bagian dari strategi pemulihan yang menitikberatkan pada ketahanan ekonomi masyarakat agar lebih siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.*