JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menanggapi kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang saat ini tengah mengalami tekanan atau koreksi.
Ia mengakui pelemahan IHSG tidak terlepas dari berbagai dinamika global yang turut memengaruhi sentimen pasar keuangan domestik.
"Di pasar modal Indonesia, dengan dinamika yang ada saat ini, ditambah reformasi integritas yang kita lakukan serta kondisi global, memang IHSG sedang dalam posisi terkoreksi," ujar Friderica dalam Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.187, Mayoritas Saham Hijau Meski demikian, OJK menegaskan bahwa prospek investasi di Indonesia tetap positif dalam jangka panjang. Hal ini ditopang oleh fundamental ekonomi nasional yang masih kuat.
Friderica menekankan bahwa investasi di pasar modal Indonesia harus dilihat sebagai investasi jangka panjang, sehingga fluktuasi jangka pendek tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
"Investasi di Indonesia adalah investasi jangka panjang. Karena itu kita harus melihat bagaimana fundamental ekonomi kita ke depan," katanya.
Ia juga menyebut pemerintah terus mendorong berbagai program strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, termasuk pengembangan UMKM, ekonomi hijau, dan digitalisasi sektor keuangan.
OJK sendiri, lanjutnya, telah membentuk unit khusus untuk memperkuat pembiayaan UMKM sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, penguatan ekosistem pasar keuangan dan pengembangan instrumen pembiayaan seperti obligasi daerah juga terus didorong untuk mendukung pembangunan.
"Pendalaman pasar keuangan menjadi penting sebagai sumber pembiayaan pembangunan, termasuk mendorong obligasi daerah," ujarnya.*
(d/dh)