PEKANBARU – PT PLN (Persero) memperketat pengawasan menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Sumatera pasca terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) yang sempat melanda sejumlah wilayah pada Jumat (22/5/2026) malam.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pengawasan dilakukan secara real-time terhadap seluruh parameter operasional sistem transmisi guna memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Sumatera tetap stabil dan aman.
"Kami terus melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap seluruh parameter operasional sistem. Dengan pemantauan real-time, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons," ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Blackout Sumatera Diselidiki, ESDM Turunkan Tim Investigasi PLN juga melakukan pemantauan langsung melalui kunjungan jajaran direksi ke Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS) di Pekanbaru, Riau, untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.
Dari hasil pemulihan sementara, PLN mencatat sekitar 5.579 megawatt (MW) daya telah berhasil disalurkan kembali ke 1.770 jaringan distribusi pelanggan yang sebelumnya terdampak blackout.
"Proses penormalan terus kami kawal di lapangan dan sistem kelistrikan Sumatera sudah kembali normal secara bertahap," tambah Darmawan.
Selain pemulihan jaringan utama, PLN juga memprioritaskan pengamanan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah sakit, bandara, dan pusat layanan publik agar tetap beroperasi selama proses pemulihan berlangsung.
PLN menyebut seluruh parameter sistem saat ini berada dalam kondisi stabil dan terus dipantau untuk mencegah gangguan lanjutan.
Sebelumnya, blackout terjadi di sejumlah wilayah Sumatera sejak pukul 18.44 WIB akibat gangguan yang dipicu faktor cuaca buruk dan berdampak pada sistem transmisi kelistrikan regional.
Hingga Minggu (24/5/2026), PLN telah menormalkan ratusan gardu induk yang terdampak dan memastikan suplai listrik kembali pulih secara bertahap.*
(an/dh)