JAKARTA - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini, Senin (25/5/2026). Mata uang Negeri Paman Sam tercatat naik ke level Rp17.717.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS menguat sebesar 50 poin atau 0,28 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penguatan dolar membuat rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal pekan ini.
Pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang global lainnya terpantau bervariasi namun cenderung stagnan.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat ke 6.187, Mayoritas Saham Hijau Nilai tukar dolar AS terhadap dolar Kanada, franc Swiss, dan dolar Hong Kong tercatat relatif stabil tanpa perubahan signifikan.
Sementara itu, dolar AS justru melemah terhadap yen Jepang sebesar 0,30 persen. Pelemahan juga terjadi terhadap won Korea Selatan yang turun sekitar 7,42 persen.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah masih dipengaruhi sentimen global serta pergerakan pasar keuangan internasional yang fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, pelemahan rupiah sempat menjadi sorotan sejumlah pihak, termasuk DPR RI. Ketua Komisi XI DPR bahkan menepis anggapan bahwa kondisi pelemahan rupiah saat ini menyerupai krisis moneter 1998.
Pelaku pasar kini menantikan langkah Bank Indonesia dan perkembangan ekonomi global untuk melihat arah pergerakan rupiah selanjutnya.*
(d/dh)