KEBUMEN – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) agar mengelola aset negara senilai sekitar Rp 17.000 triliun secara hati-hati dan transparan. Ia menegaskan tidak boleh ada kebocoran dalam pengelolaan uang rakyat tersebut.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri kegiatan panen raya di kawasan Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Prabowo menyebut Danantara saat ini mengelola sekitar 1.040 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total aset yang hampir setara US$ 1 triliun atau sekitar Rp 17.000 triliun.
Baca Juga: Seskab Teddy Bertemu Bos GoTo, Bahas Pendapatan Ojol Naik Jadi 92 Persen "Yang dikelola nggak tanggung-tanggung, ada 1.040 BUMN. Nilainya hampir US$ 1 triliun, sekitar Rp 17.000 triliun. Jadi harus diurus baik-baik, jangan bocor, jangan menguap uang rakyat," ujar Prabowo, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menekankan pentingnya tata kelola yang bersih dan bertanggung jawab agar aset negara tersebut benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas serta generasi mendatang.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memperkenalkan Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, yang akan membantu pengelolaan lembaga tersebut.
Menurut Prabowo, Danantara merupakan dana kedaulatan negara yang dibentuk untuk mengelola kekayaan bangsa secara strategis.
"Danantara itu dana kedaulatan kita. Mereka mengelola kekayaan seluruh bangsa untuk anak dan cucu kita," jelasnya.
Prabowo menegaskan kembali bahwa pengelolaan dana besar tersebut harus dilakukan dengan penuh integritas, agar tidak terjadi pemborosan maupun kebocoran anggaran.*
(d/dh)