JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (22/5/2026). Rupiah turun 50 poin atau sekitar 0,28 persen menjadi Rp17.717 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.667 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi penguatan dolar AS di pasar global. Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya ekspektasi pasar bahwa suku bunga tinggi Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) akan bertahan lebih lama.
"Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama," kata Amru kepada ANTARA, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp17.700, BI Pastikan Pelemahan Rupiah Tak Separah Krisis 1998 Selain faktor suku bunga AS, sentimen global juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, hingga fluktuasi harga minyak dunia disebut turut mempengaruhi sentimen risiko global dan penguatan dolar AS.
Amru menjelaskan arah kebijakan The Fed, pergerakan indeks dolar AS (DXY), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan rupiah saat ini.
Meski demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen dalam Rapat Dewan Gubernur pada 19-20 Mei 2026.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.
Selain kenaikan BI-Rate, pasar juga menyoroti langkah lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar valuta asing dan penguatan daya tarik instrumen keuangan domestik.
"Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa juga akan turut menentukan arah rupiah," ujar Amru.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada perdagangan hari ini juga tercatat melemah ke level Rp17.717 per dolar AS dibandingkan sebelumnya Rp17.673 per dolar AS.*
(an/dh)