JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto optimistis perekonomian Indonesia mampu terus tumbuh kuat di tengah tekanan global. Bahkan, Prabowo meyakini Indonesia berpeluang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2045.
Keyakinan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027, Rabu (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan Indonesia sudah berkali-kali menghadapi situasi krisis global tanpa mengalami kepanikan berlebihan. Menurutnya, ketahanan ekonomi nasional menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan dunia ke depan.
Baca Juga: Prabowo Tegas ke Menkeu: Pimpinan Bea Cukai Tak Mampu Segera Diganti "Saudara sekalian, kita sudah buktikan di krisis yang bikin panik banyak negara, kita tidak euforia, kita tidak sombong, kita tidak panik, kita tenang, kita punya kemampuan," ujar Prabowo.
Presiden juga mengungkapkan sejumlah lembaga internasional memprediksi Indonesia bakal masuk jajaran empat hingga lima besar ekonomi dunia dalam kurun waktu 19 tahun mendatang atau tepat pada 2045.
Menurut Prabowo, proyeksi tersebut bahkan melampaui ekspektasinya pribadi. Ia menegaskan pemerintah hanya ingin memastikan masyarakat Indonesia hidup lebih sejahtera dan memiliki kualitas hidup yang baik.
"Ini bukan saya yang mengatakan. Kita hanya ingin rakyat hidup layak dan sejahtera," katanya.
Prabowo turut menyinggung potensi Indonesia melampaui sejumlah negara besar di Eropa seperti Inggris, Prancis hingga Italia dari sisi kekuatan ekonomi nasional.
"Tapi mereka menyatakan kita akan menjadi negara keempat atau kelima dunia. Bayangkan, kita bisa menyabet Inggris, Prancis, Italia," ucapnya.
Meski demikian, Prabowo tetap mengingatkan seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja serius menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah tekanan global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Pemerintah, lanjut Prabowo, akan terus memperkuat sektor riil, investasi, hilirisasi industri, hingga pemberdayaan ekonomi rakyat agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.*
(dw/dh)