JAKARTA - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 20 Mei 2026.
Pelemahan terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS serta meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka di level Rp17.742 per dolar AS, melemah 36 poin atau 0,20 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Dibuka “Merah” Lagi, Pasar Deg-degan Tunggu Pidato Prabowo di DPR! Sementara itu, indeks dolar AS tercatat menguat 0,05 persen ke level 99,37.
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang justru bergerak menguat.
Yen Jepang terapresiasi 0,03 persen, diikuti won Korea yang naik 0,01 persen. Baht Thailand dan yuan China juga masing-masing menguat tipis sekitar 0,02 persen terhadap dolar AS.
Meski demikian, pelaku pasar memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan lanjutan sepanjang hari, seiring penguatan dolar AS yang masih bertahan di pasar global.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pergerakan mata uang global saat ini dipengaruhi oleh sikap hati-hati investor yang mencermati arah kebijakan bank sentral AS di bawah pemerintahan Donald Trump.
Ia menyebut pasar tengah menunggu kepastian terkait rencana pergantian kepemimpinan Federal Reserve.
Senat AS dijadwalkan melakukan pemungutan suara untuk pelantikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada akhir pekan ini.
"Investor tetap berhati-hati karena pasar mengevaluasi bagaimana arah kebijakan Fed dapat berkembang di bawah kepemimpinan baru," ujar Ibrahim.
Selain faktor kebijakan moneter, sentimen geopolitik juga turut memengaruhi pasar.