MEDAN - Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mulai menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahun 2026 kepada peternak ayam petelur di wilayah Sumut. Pada tahap awal, sebanyak 66 ton jagung telah disalurkan kepada 6 peternak dari total alokasi 1.116 ton yang ditetapkan untuk daerah tersebut.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada data resmi penerima yang telah ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Proses tersebut merujuk pada surat Kepala Bapanas nomor 494/TS.02.02/B/04/2026 tertanggal 21 April 2026 terkait pelaksanaan SPHP Jagung Tahun 2026.
Baca Juga: Sawah Rusak Akibat Bencana Mulai Pulih, 2.000 Hektare Lebih Kembali Digarap "Proses penyaluran dilaksanakan sesuai dengan data peternak melalui Koperasi PPN (Petelur Pinsar Nasional) Cabang Sumatera Utara sesuai besaran alokasi masing-masing penerima," ujar Budi, Selasa (19/5/2026).
Ia menambahkan, pihaknya akan menghubungi para peternak yang namanya telah terdaftar untuk kemudian dilakukan proses penyaluran sesuai mekanisme yang berlaku.
Program SPHP Jagung ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan baku pakan ternak ayam petelur, sekaligus menekan gejolak harga jagung di pasar.
Pemerintah melalui Bapanas telah menetapkan harga jagung SPHP sebesar Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.
Budi menegaskan BULOG Sumut berkomitmen memastikan distribusi berjalan tepat sasaran hingga seluruh alokasi tersalurkan kepada peternak penerima manfaat.
"Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya produksi peternak serta menjaga stabilitas harga telur ayam di tingkat konsumen," katanya.*
(dh)