JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengklaim harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) berada dalam kondisi stabil dengan rata-rata di bawah USD100 per barel secara akumulatif pada kuartal I-2026.
Berdasarkan kondisi tersebut, pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.
Bahlil mengatakan fluktuasi harga minyak dunia memang terjadi, namun secara rata-rata ICP Indonesia masih berada di kisaran aman sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.
Baca Juga: Rosan Soal Isu Badan Ekspor: Tunggu Pengumuman Resmi Besok dari Presiden "ICP dunia itu naik turun, sempat USD117, kemudian USD90, ada yang USD100. Tapi rata-rata ICP kita sekarang itu kurang lebih sekitar 80 dolar per barel. Jadi, tidak akan kita naikkan subsidi BBM, Insyaallah sampai akhir tahun," kata Bahlil di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Meski demikian, data Kementerian ESDM menunjukkan ICP Indonesia pada April 2026 sempat berada di level USD117,31 per barel, naik dibanding Maret yang berada di USD102,26 per barel.
Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam satu tahun terakhir dan bahkan melampaui asumsi makro APBN 2026 yang dipatok sebesar USD70 per barel.
Kementerian ESDM juga mencatat harga minyak jenis Banyu Urip menjadi salah satu yang tertinggi, mencapai USD125,13 per barel pada periode tersebut.
Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan harga minyak global agar tidak berdampak pada kebijakan subsidi dan stabilitas harga BBM di dalam negeri.*(oz/dh)