JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan segera turun ke lapangan untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026. Ia menegaskan pengawasan harus diperketat di tengah potensi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (19/5/2026), Amran meminta pengawasan distribusi tidak hanya dilakukan oleh Satgas Pangan, tetapi juga melibatkan Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, hingga aparat penegak hukum di daerah.
"Satgas Pangan tolong turun ya, Satgas tolong (turun ke lapangan jaga stabilitas harga) minyak goreng," kata Amran.
Baca Juga: Sawah Rusak Akibat Bencana Mulai Pulih, 2.000 Hektare Lebih Kembali Digarap Ia menegaskan tidak boleh ada alasan kenaikan harga minyak goreng di pasaran, terlebih Indonesia merupakan salah satu produsen besar minyak goreng dunia dengan pasokan yang melimpah.
"Minyak goreng nggak ada alasan naik, ditindak (kalau ditemukan kecurangan), nggak usah dikasih peringatan, tindak," tegasnya.
Amran juga meminta penindakan dilakukan tanpa kompromi jika ditemukan pelanggaran distribusi maupun praktik yang merugikan masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus bergerak cepat tanpa menunggu proses panjang ketika harga pangan mulai bergejolak.
Ia bahkan mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Bareskrim Polri agar pengawasan di daerah yang mengalami kenaikan harga segera diperketat.
"Pak Kabareskrim saya sudah telepon, agar disampaikan di daerah-daerah yang minyak gorengnya naik," ujarnya.
Selain itu, Amran menilai kondisi kenaikan harga tidak sejalan dengan ketersediaan pasokan nasional. Ia menegaskan Indonesia justru berperan sebagai pemasok minyak goreng dunia sehingga harga seharusnya tetap stabil.*
(an/dh)