JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026.
Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG tercatat menguat tipis 0,04 persen ke level 6.602 pada awal sesi perdagangan.
Meski dibuka menguat, pergerakan indeks sempat berbalik ke zona negatif sebelum kembali bergerak fluktuatif dalam rentang 6.560,12 hingga 6.612,21.
Baca Juga: Emas Tiba-Tiba Naik Lagi! Antam Tembus Rp2,78 Juta per Gram Aktivitas perdagangan menunjukkan 343 saham menguat, 198 saham melemah, dan 163 saham stagnan.
Adapun kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat mencapai Rp11.552,61 triliun.
Pergerakan IHSG pada hari ini masih dipengaruhi sentimen utama dari ekspektasi pasar terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026.
Pelaku pasar menanti arah kebijakan suku bunga acuan di tengah tekanan eksternal yang masih berlangsung.
Sebelumnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Namun, sejumlah analis memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga pada RDG kali ini, seiring meningkatnya tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Chief Economist and Head of Fixed Income Research BRI Danareksa Sekuritas, Helmy Kristanto, menyebut pelemahan rupiah yang telah mencapai 4,6 persen secara year to date hingga 18 Mei 2026 menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan bank sentral.
Menurutnya, kondisi nilai tukar saat ini menunjukkan tekanan yang tidak hanya bersifat siklikal, melainkan mengarah pada perubahan keseimbangan struktural.
"Tekanan eksternal yang terus bertahan mengindikasikan bahwa pelemahan ini mungkin tidak lagi semata-mata disebabkan oleh mispricing yang bersifat siklikal," ujar Helmy, dikutip Selasa, 19 Mei 2026.