JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan rencana impor sekitar 100 ribu tabung compressed natural gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram. Tabung tersebut disiapkan sebagai bagian dari program konversi untuk menggantikan LPG 3 kg di Indonesia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, langkah impor dilakukan karena industri dalam negeri belum mampu memproduksi tabung CNG dengan spesifikasi yang dibutuhkan.
"Insya Allah tiga bulan ke depan kita melakukan first order. Kita harus pesan dalam jumlah besar, sekitar 100.000 unit," kata Laode, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Bahlil Sebut CNG Pengganti Elpiji 3 Kg Diuji di China dan Indonesia Ia menjelaskan, saat ini hanya pabrikan luar negeri yang dinilai mampu memproduksi tabung CNG tipe 4 yang akan digunakan dalam program tersebut. Pemerintah juga mempertimbangkan China sebagai salah satu acuan teknologi.
Meski demikian, Laode menegaskan impor ini hanya bersifat awal. Pemerintah menargetkan adanya transfer teknologi agar ke depan produksi tabung dapat dilakukan di dalam negeri.
"Ini sifatnya sementara, nanti akan ada alih teknologi supaya bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya.
Tabung yang akan digunakan merupakan tipe 4 berbahan komposit polimer yang lebih ringan dibanding tabung baja konvensional. Teknologi ini dinilai lebih modern dan efisien untuk distribusi energi rumah tangga.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut program konversi LPG ke CNG masih dalam tahap uji coba dan ditargetkan rampung dalam tiga bulan ke depan.
Pemerintah menilai konversi ini sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor LPG, sekaligus memanfaatkan potensi gas dalam negeri yang dinilai cukup besar.*
(oz/dh)