JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi nilai tukar rupiah masih tergolong stabil meski saat ini berada di level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutGubernur BI Perry Warjiyo menyebut fokus utama bank sentral adalah menjaga stabilitas pergerakan rupiah, bukan mempertahankan level kurs tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Perry Warjiyo dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).
Menurut Perry, stabilitas rupiah diukur berdasarkan tingkat volatilitas atau naik turunnya nilai tukar dalam periode tertentu. BI menggunakan rata-rata pergerakan selama 20 hari untuk memastikan fluktuasi rupiah masih berada dalam batas aman.
Baca Juga: DPR Semprot Bank Indonesia: Semua Instrumen Dipakai, Kenapa Rupiah Tetap Ambruk? "Kita bicara stabilitas nilai tukar rupiah, bukan level nilai tukar rupiah. Yang dijaga adalah stabilitasnya," ujar Perry.
Ia menjelaskan, volatilitas rupiah secara year to date saat ini berada di level 5,4 persen. Angka tersebut dinilai masih relatif terkendali dibandingkan sejumlah negara lain yang juga mengalami tekanan akibat gejolak ekonomi global.
"Year to date sekarang sekitar 5,4 persen dan itu masih relatif stabil. Mandat undang-undang adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," katanya.
Penjelasan itu disampaikan Perry setelah mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPR terkait pelemahan rupiah yang sudah menembus level Rp17.600 per dolar AS. Kondisi tersebut dinilai memicu kekhawatiran pasar terhadap perekonomian nasional.
Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah mempertanyakan indikator yang digunakan BI dalam menyatakan rupiah masih stabil di tengah pelemahan tajam mata uang Garuda.
"BI menyebut stabilitas rupiah tetap terjaga, padahal faktanya rupiah sudah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS. Apakah ini masih dianggap normal atau sudah masuk tekanan fundamental?" kata Charles.
Meski demikian, BI tetap optimistis pergerakan rupiah masih berada dalam kondisi yang dapat dikendalikan. Bank sentral juga memastikan terus melakukan langkah stabilisasi di pasar keuangan guna menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha.*
(d/dh)